3 Elemen CINTA yg perlu ada dalam sst hubungan bagi memastikan ia berjaya;KOMITMEN.GHAIRAH.KEINTIMAN. Ketiga tiga ini perlu seimbang supaya sesebuah hubungan itu menjadi bahgia. Namun ia perlu dijayakan kedua-dua pasangan,bukan sekadar satu pihak saja.
Kebiasaannya wanita mempunyai komitmen lebih tgi dalam sst hubungan.
Petikan Berita Harian Metro,Page 16
Ne sume sbb Kisah Nek Wook. Em...speechless kan bile pikir kisah Nek Wook ne.
Sume takdir yang ditentukan Allah. Takde sepa yang boleh menghalang jika atas
keizinanNya kan...Ya Allah~
Wednesday, August 18, 2010
Menu Ramadhan ke-7

1. Haaa...AT LAST tertunai hasrat yg terliur semalam. Wow...bajet
nak Brownies Choc sija. Tetibe teringat plak kek ms bday abang Poji aritu. Blueberry Cheese Cake. Tapi xde plak. Aku tgk Caramel Cheese Cake pung lebey kurang jek,kat bhgn bwh tu ada mcm beskut. hehe...belasah! Sodap jugerk deh~hehe...ERKKK~ Alhamdulillah~

2. Balik kije smlam, trus intai Umi kat dapo...dalam ati.."Umi watper ne? Bau mcm wangi jek. Heheh...WOW Umi bakar beskut SARANG SEMUT rupenyer...Faberet jugerk ne. Apa lagi capture skek...hehe

3. Ni menu smlm...Masak Asam yang wat aku terliur gilos ditambah pula Kangkong Belacan. Adeiii tgk jam ade setengah jam lagi waktu berbuke pose. Aisey...sabarin wa` ang...agagagaga. Sebenarnya semalam ada Bubur Lambok juga,punye capture2,azan suda bergema. YAHOOO! Bule makan wlupung keadaan perotku kurang selesa...Emmm...
Arine menu pe yea Umi masak? Heheh...kalu dapat Roti John Acu kat Bazaar Ramadhan BTHO besh jugerk~
Labels:
Diari,
Resipi/Makan-Makan
Mengenali Peralatan DSLR & Fungsinya
VOL : 1
Da lama nak stadi pasal ne sume.Memandangkan kumira aku sdri yang PUNYER...baru siok nak feel...Nasiblah memang banyak page yang berkaitan dengan FOTOGRAFI. Terima Kasih dorang2 yang sanggup share ILMU FOTOGRAFI ne. Senang aku nak stadi...pelan-pelan ar...hehe...
1. Body Kumira :) (Alhamdulillah...at last."Nadi" aku)i luv u so much!

2. Ring Flash :(

Fungsi : Flash yg berbentuk cincin/lingkaran yg ditempatkan dikeliling lensa.Ring flash itu awalnya digunakan untuk mempotret gigi (dental photography), kemudian berkembang fungsinya untuk keperluan fotografi makro, dan akhirnya belok di jalur fotografi portrait & fashion. Cahaya flash yang sangat dekat pada sumbu lensa membuat bayangan pada objeknya terminimalisasi.
Dari segi artistik ada yg menyebutkan bahwa di satu sisi karakter cahaya ring flash ini terlalu flat, krn menerima bayangan, alias unsur dimensinya kurang.
***Aku terjumpe artikel yang bule handmade kan Ring Flash ne la.Nnt aku xplore lg.Mcm siok je tau...
3. Tripod

Fungsi : Seringkali pemakaian tripod dalam fotografi dianggap ribet dan cenderung diremehkan. Fungsi tripod sebagai ‘kaki’ kamera juga dianggap kurang perlu terutama di era fotografi digital sekarang ini yang telah memberi kebebasan untuk memakai ISO tinggi (sehingga bisa didapat kecepatan shutter yang cepat). Belum lagi fotografer jaman sekarang sudah dimanjakan oleh adanya fitur stabilizer yang mampu meredam getaran tangan hingga beberapa stop lebih rendah dibanding tanpa stabilizer.
Namun fungsi tripod ini tetap saja diperlukan dalam fotografi, setidaknya dalam kondisi pemotretan seperti berikut ini :
Fotografi slow-shutter speed. Dalam hal pemotretan dengan kecepatan rendah (atau dibawah 1/4 detik), fungsi tripod mutlak diperlukan. Pada kecepatan serendah ini stabilizer pada kamera atau lensa pun akan gagal meredam getaran tangan. Juga jangan paksakan memotret di tempat kurang cahaya tanpa tripod, karena anda terpaksa harus menaikkan ISO terlalu tinggi untuk menaikkan kecepatan shutter, tindakan ini akan berdampak pada noise pada foto.
Foto dengan lensa tele. Lensa tele cocok untuk memotret objek di kejauhan berkat jarak fokalnya yang panjang. Namun semakin panjang jarak fokal, resiko foto jadi blur karena getaran tangan pun akan semakin tinggi. Ingat, getaran kecil saja pada lensa tele akan berisiko membuat foto jadi blur. Jangan merasa kalau cahaya sudah cukup terang maka blur pasti bisa dihindari. Lensa tele 400mm misalnya, sesuai aturan fotografi, memerlukan kecepatan shutter minimal 1/400 detik tetap berada dalam batas aman (tidak berisiko blur). Shutter secepat ini hanya bisa didapat dengan cahaya berlimpah dan/atau pemakaian ISO tinggi. Bila kecepatan shutter yang dipakai di bawah batas aman, ambil tripod dan selamat tinggal blur.
Foto multi eksposure / HDR. Foto HDR merupakan foto teknik tinggi untuk mendapat dynamic range yang tinggi. Caranya dengan membuat sebuah foto yang didapat dari gabungan minimal 3 foto yang berbeda eksposure (biasanya dengan memakai fitur bracketing pada kamera). Karena nantinya ketiga foto ini akan digabung, maka saat memotret pastikan anda (atau kamera) tidak bergeser sedikitpun, dan ini hanya bisa didapat dengan bantuan tripod.
Memotret dengan filter ND. Memotret memakai filter ND (Neutral Density) memiliki keunikan tersendiri. Filter ini digunakan untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke kamera tanpa merubah informasi warnanya. Dengan filter ND, bisa didapat foto dengan shutter lambat dan/atau diafragma besar pada kondisi cahaya terang (saat siang hari). Memotret memakai shutter lambat di siang hari bertujuan mendapat efek motion blur pada suatu gerakan sehingga didapat foto yang dramatis. Namun tanpa filter ND, melambatkan shutter dapat membuat foto menjadi terlalu terang/over eksposure, meskipun sudah memakai diafragma terkecil. Untuk foto slow-speed dengan filter ND, gunakan tripod.
Foto dengan self timer. Yang terakhir ini uniknya justru menjadi alasan kebanyakan orang untuk membeli tripod ( termasuk saya ). Bila kita ingin kita masuk sebagai objek foto, yang diperlukan tentu adalah tripod dan selanjutnya aktifkan mode self-timer pada kamera.
4. Lens Hood :(

Fungsi : digunakan untuk melindungi imej dari silau cahaya
5. Camera Lens Filter :( (nak carik gak ne..mcm besh je.Rega brape?)

Fungsi : Ianya mempunyai size yang tertentu… Size tu pula bergantung pada saiz thread lens kite… (bahagian paling depan lens kite tu) , paling besar filter setakat yang saya tahu ialah 82mm… yang paling kecil saya tak tau… Ianya akan di pasang pada depan lens kite.
UV filter – Filter ni antara accessory wajib untuk kamera korang… Ianya bertujuan untuk memprotect lens element korang yang paling depan tu daripada bercalar… Selain itu, seperti namanya, ianya turut menapis sinaran UV yang akan menyebabkan haziness… Circular Polarizer Filter (CPL) – Filter ni ada dua fungsi, pertama – ianya membuang reflection pada cermin atau permukaan air dan kedua, ianya mampu menambah contrast pada langit.
Neutral Density Filter (ND) – Filter ini bertujuan untuk menghad kan kemasukan cahaya kedalam kamera korang… Ianya berguna bila korang nak tangkap gambar portrait pada siang hari menggunakan bukaan aperture yang besar… Atau, kalau korang nak tangkap gambar air tapi nak pakai slow shutter speed supaya air tu nampak macam kapas-kapas gitu… ND filter ni di kategorikan dengan nilai ND 2, ND 4, ND 8 kebiasaannya… Semakin besar nombor ND nye, semakin gelap lah filter itu jadi, semakin kurang lah jumlah cahaya yang masuk…
6. Speedlite-Flash :( (bile ckup duet bule beli ne.deii deii aigOo)

Fungsi : Mengeluarkan percikan cahaya.Sesuai utk fotografi "indoor".
7. Close-up Lens :(

Reference;
1. http://adhadimohd.com/uncategorized/kenali-peralatan-peralatan-sistem-digital-slr
2. http://gaptek28.wordpress.com/2008/07/08/kapan-harus-memakai-tripod/
3. http://www.belajarkamera.com/index.php/2009/10/lens-filter/
To Be Continued...
*** cube search kat google FTZ (Free Trade Zone-Photography)
KLIK
Da lama nak stadi pasal ne sume.Memandangkan kumira aku sdri yang PUNYER...baru siok nak feel...Nasiblah memang banyak page yang berkaitan dengan FOTOGRAFI. Terima Kasih dorang2 yang sanggup share ILMU FOTOGRAFI ne. Senang aku nak stadi...pelan-pelan ar...hehe...
1. Body Kumira :) (Alhamdulillah...at last."Nadi" aku)i luv u so much!
2. Ring Flash :(

Fungsi : Flash yg berbentuk cincin/lingkaran yg ditempatkan dikeliling lensa.Ring flash itu awalnya digunakan untuk mempotret gigi (dental photography), kemudian berkembang fungsinya untuk keperluan fotografi makro, dan akhirnya belok di jalur fotografi portrait & fashion. Cahaya flash yang sangat dekat pada sumbu lensa membuat bayangan pada objeknya terminimalisasi.
Dari segi artistik ada yg menyebutkan bahwa di satu sisi karakter cahaya ring flash ini terlalu flat, krn menerima bayangan, alias unsur dimensinya kurang.
***Aku terjumpe artikel yang bule handmade kan Ring Flash ne la.Nnt aku xplore lg.Mcm siok je tau...
3. Tripod

Fungsi : Seringkali pemakaian tripod dalam fotografi dianggap ribet dan cenderung diremehkan. Fungsi tripod sebagai ‘kaki’ kamera juga dianggap kurang perlu terutama di era fotografi digital sekarang ini yang telah memberi kebebasan untuk memakai ISO tinggi (sehingga bisa didapat kecepatan shutter yang cepat). Belum lagi fotografer jaman sekarang sudah dimanjakan oleh adanya fitur stabilizer yang mampu meredam getaran tangan hingga beberapa stop lebih rendah dibanding tanpa stabilizer.
Namun fungsi tripod ini tetap saja diperlukan dalam fotografi, setidaknya dalam kondisi pemotretan seperti berikut ini :
Fotografi slow-shutter speed. Dalam hal pemotretan dengan kecepatan rendah (atau dibawah 1/4 detik), fungsi tripod mutlak diperlukan. Pada kecepatan serendah ini stabilizer pada kamera atau lensa pun akan gagal meredam getaran tangan. Juga jangan paksakan memotret di tempat kurang cahaya tanpa tripod, karena anda terpaksa harus menaikkan ISO terlalu tinggi untuk menaikkan kecepatan shutter, tindakan ini akan berdampak pada noise pada foto.
Foto dengan lensa tele. Lensa tele cocok untuk memotret objek di kejauhan berkat jarak fokalnya yang panjang. Namun semakin panjang jarak fokal, resiko foto jadi blur karena getaran tangan pun akan semakin tinggi. Ingat, getaran kecil saja pada lensa tele akan berisiko membuat foto jadi blur. Jangan merasa kalau cahaya sudah cukup terang maka blur pasti bisa dihindari. Lensa tele 400mm misalnya, sesuai aturan fotografi, memerlukan kecepatan shutter minimal 1/400 detik tetap berada dalam batas aman (tidak berisiko blur). Shutter secepat ini hanya bisa didapat dengan cahaya berlimpah dan/atau pemakaian ISO tinggi. Bila kecepatan shutter yang dipakai di bawah batas aman, ambil tripod dan selamat tinggal blur.
Foto multi eksposure / HDR. Foto HDR merupakan foto teknik tinggi untuk mendapat dynamic range yang tinggi. Caranya dengan membuat sebuah foto yang didapat dari gabungan minimal 3 foto yang berbeda eksposure (biasanya dengan memakai fitur bracketing pada kamera). Karena nantinya ketiga foto ini akan digabung, maka saat memotret pastikan anda (atau kamera) tidak bergeser sedikitpun, dan ini hanya bisa didapat dengan bantuan tripod.
Memotret dengan filter ND. Memotret memakai filter ND (Neutral Density) memiliki keunikan tersendiri. Filter ini digunakan untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke kamera tanpa merubah informasi warnanya. Dengan filter ND, bisa didapat foto dengan shutter lambat dan/atau diafragma besar pada kondisi cahaya terang (saat siang hari). Memotret memakai shutter lambat di siang hari bertujuan mendapat efek motion blur pada suatu gerakan sehingga didapat foto yang dramatis. Namun tanpa filter ND, melambatkan shutter dapat membuat foto menjadi terlalu terang/over eksposure, meskipun sudah memakai diafragma terkecil. Untuk foto slow-speed dengan filter ND, gunakan tripod.
Foto dengan self timer. Yang terakhir ini uniknya justru menjadi alasan kebanyakan orang untuk membeli tripod ( termasuk saya ). Bila kita ingin kita masuk sebagai objek foto, yang diperlukan tentu adalah tripod dan selanjutnya aktifkan mode self-timer pada kamera.
4. Lens Hood :(

Fungsi : digunakan untuk melindungi imej dari silau cahaya
5. Camera Lens Filter :( (nak carik gak ne..mcm besh je.Rega brape?)

Fungsi : Ianya mempunyai size yang tertentu… Size tu pula bergantung pada saiz thread lens kite… (bahagian paling depan lens kite tu) , paling besar filter setakat yang saya tahu ialah 82mm… yang paling kecil saya tak tau… Ianya akan di pasang pada depan lens kite.
UV filter – Filter ni antara accessory wajib untuk kamera korang… Ianya bertujuan untuk memprotect lens element korang yang paling depan tu daripada bercalar… Selain itu, seperti namanya, ianya turut menapis sinaran UV yang akan menyebabkan haziness… Circular Polarizer Filter (CPL) – Filter ni ada dua fungsi, pertama – ianya membuang reflection pada cermin atau permukaan air dan kedua, ianya mampu menambah contrast pada langit.
Neutral Density Filter (ND) – Filter ini bertujuan untuk menghad kan kemasukan cahaya kedalam kamera korang… Ianya berguna bila korang nak tangkap gambar portrait pada siang hari menggunakan bukaan aperture yang besar… Atau, kalau korang nak tangkap gambar air tapi nak pakai slow shutter speed supaya air tu nampak macam kapas-kapas gitu… ND filter ni di kategorikan dengan nilai ND 2, ND 4, ND 8 kebiasaannya… Semakin besar nombor ND nye, semakin gelap lah filter itu jadi, semakin kurang lah jumlah cahaya yang masuk…
6. Speedlite-Flash :( (bile ckup duet bule beli ne.deii deii aigOo)

Fungsi : Mengeluarkan percikan cahaya.Sesuai utk fotografi "indoor".
7. Close-up Lens :(

Reference;
1. http://adhadimohd.com/uncategorized/kenali-peralatan-peralatan-sistem-digital-slr
2. http://gaptek28.wordpress.com/2008/07/08/kapan-harus-memakai-tripod/
3. http://www.belajarkamera.com/index.php/2009/10/lens-filter/
To Be Continued...
*** cube search kat google FTZ (Free Trade Zone-Photography)
KLIK
Bengkel Fotografi : Kanak-2
Wow...sukeeerr nye aku jumpe artikel ne...
Emmm FREE plak tu...Jadi sesape yg berminat ape lagik..
Aku pung nga pertimbangkan tarikh & masa bengkel ne diadakan.
Jom Jom Jom...
Try klik disini : http://adhadimohd.com/kursus-fotografi/bengkel-fotografi-kanak-kanak-ahad-ini-22-august-2010
Emmm FREE plak tu...Jadi sesape yg berminat ape lagik..
Aku pung nga pertimbangkan tarikh & masa bengkel ne diadakan.
Jom Jom Jom...
Try klik disini : http://adhadimohd.com/kursus-fotografi/bengkel-fotografi-kanak-kanak-ahad-ini-22-august-2010
KISAH AMID
Masa cek emel fduramazlan@yahoo.com(emel aku),adelah forward2 emelkan...kisah "Muntahlah atas tgn Amid" sangat menyentuh
perasaan. Bergenang gak airmata jap terbayang.
Sesape yg masih ade mak,mama,ibu,mummy,umi...renung2kanlah...
Kalu mcm aku emmm,arwah mama da "pergi"...Al-Fatihah.
Aku nak jage ayah sebaek mungkin...IAllah.Sedeh lak pepagi ne...hee
"Muntahlah atas tangan Amid."
17 tahun dulu.
PETANG itu, di serambi rumah usang milik keluarga kami di Kuala Terengganu, saya duduk bersila berhadapan dengan adik bongsu, Amid atau nama sebenarnya Syed Mohammad Nazri Syed Bidin.
"Kenapa kau nak berhenti sekolah?" soal saya.
Amid menundukkan kepala dan membisu.
Saya tidak puas hati. Sekali lagi saya ulang soalan yang sama.
"Amid tak nak sekolah sebab nak jaga emak. Amid nak jaga emak sampai akhir hayat," jawab Amid dengan lembut, tetapi tegas.
Saya tersentak mendengar jawapan Amid.
"isshhh. betul ke budak ni? Baru darjah enam, masa seronok budak-budak pun masih belum habis," hati saya berkata kata.
"Cakap betul-betul dengan abang. Kenapa tak nak sekolah? Ada budak jahat kacau ke?" pujuk saya lagi.
Saya tidak mahu Amid berhenti sekolah kerana tidak tahan dengan gangguan budak-budak nakal.
"Betul bang, Amid tak tipu. Amid tak nak sekolah sebab nak jaga emak. Nanti kalau Amid belajar pandai-pandai, kena duduk jauh dari mak. Amid tak nak tinggalkan mak," katanya separuh merayu.
Melihat kesungguhannya, saya jadi buntu. Nampak gayanya, Amid tidak bergurau.
"Betul ke ni?" soal saya masih tidak percaya.
"Betul," balas Amid pula tanpa ragu ragu.
"Suka hati adiklah," kata saya selepas lama termenung.
Mendengar jawapan saya, Amid tersenyum lalu meminta izin untuk masuk ke dalam rumah. Saya termenung di serambi. Kata kata Amid itu benar-benar memberi kesan terhadap jiwa saya. Kecil-kecil lagi sudah ada kesedaran mahu berbakti kepada emak.
Tetapi, peristiwa itu berlaku 17 tahun dulu. Kini Amid sudah dewasa, umur pun sudah mencecah 29 tahun. Saya tidak lagi ragu-ragu terhadap Amid. Memang betul, Amid tidak mahu bersekolah dulu kerana mahu menjaga emak. Amid tidak bergurau. Amid telah membuktikan kepada saya dan adik beradiknya yang lain, memang dia ikhlas mahu menjaga emak.
Memang tidak dapat dinafikan, di antara kami Sembilan beradik, Amidlah anak yang paling taat terhadap emak. Tingkah lakunya, tutor katanya, begitu tertib ketika bersama emak atau orang yang lebih tua darinya. Seumur hidup, saya dan adik-beradik lain tidak pernah melihat Amid bersikap atau bercakap kasar terhadap emak.
Apa saja keputusan atau kehendaknya, Amid akan merujuk kepada emak terlebih dahulu. Emaklah yang akan memutuskan. A kata emak, A jugalah katanya. Hitam kata emak, hitamlah kata Amid.
Saya sendiri, termasuk adik beradik lain tidak mampu untuk bersikap seperti Amid.
Pernah juga saya mengajak Amid bekerja di Kuala Lumpur mencari rezeki di sana, tetapi dia menolak.
Katanya, biarlah dia tinggal bersama emak.
"Kalau semua pergi, sapa nak jaga emak?
Sapa nak uruskan lembu kambing? Kakak?
Dia perempuan. Mana larat buat kerja yang berat-berat.
Lagipun takkan nak biarkan rumah ni tak ada lelaki?"
"Abang dan kakak pun dah ada keluarga masing-masing.
Abang Usop dan Abang Mat pula dah duduk di KL.
Jadi, biarlah Amid duduk di kampung aja. Kerja jaga kambing dan lembu pun tak apalah," kata Amid kepada saya.
Setiap kali saya mengajak, pasti jawapan Amid sama. Lama-kelamaan saya mengalah.
Kami adik-beradik sudah faham perangai Amid. Saya tahu, pasti Amid tidak akan setuju untuk ke Kuala Lumpur. Amid dan emak bagaikan isi dengan kuku. Bagaikan satu nyawa. Tidak boleh berpisah. Dia lebih rela menjadi gembala lembu daripada meninggalkan emak yang sudah tua itu.
Bukan itu sahaja, dalam hal-hal makan minum pun, Amid tetap akan mendahulukan emak. Sekiranya dia membawa pulang kuih-muih yang dibeli dari pekan, janganlah sesiapa sentuh, selagi emak tidak menjamah terlebih dulu. Ada kalanya saya perasan, emak menjamah sikit makanan itu, semata-mata untuk menjaga hati Amid.
Jika Amid berkenan untuk membeli sesuatu barangan, dia tidak akan terus membelinya. Amid terlebih dulu akan pulang dan meminta izin emak untuk membeli barang tersebut. Sekiranya emak mengizinkan, barulah dia beli barang itu. Jika tidak, dia tidak akan beli, biarpun barangan itu memang dia inginkan.
Ketika emak terlantar sakit dan hampir lumpuh, Amidlah yang menjaganya. Kami adik-beradik ketika itu benar-benar mengharapkan Amid sebagai anak lelaki untuk menjaga emak.
Maklumlah, kami di Kuala Lumpur. Tetapi Amid memang tidak mengecewakan kami.
Cerita emak kepada saya, setiap malam Amid akan tidur berdekatan emak di ruang tamu rumah tempat emak terbaring. Tidak pernah sekalipun dia tidur di biliknya selama emak terlantar. Pantang terdengar emak bergerak Mau terbatuk di tengah malam buta, Amid pasti terjaga.
"Kenapa mak? Mak nak buang air ke? Lapar? Mak nak minum?" Amid akan bertanya pada emak.
Sekiranya emak mahu buang air, Amid akan memapahnya ke bilik air. Jika emak mahu minum, dia akan menyediakan minuman. Kalau emak pening, Amid akan memicit-micit kepala emak sehingga orang tua itu terlena. Jika emak menggigil kesejukan, Amid akan menarik selimut menutupi tubuh emak daripada kedinginan malam.
Satu malam, cerita emak kepada saya lagi, ketika sedang berbaring, tiba-tiba dia berasa pening kepala. Lalu emak pun mengadu pada Amid yang sedang berbaring di sebelahnya. Amid bingkas bangun lalu memicit micit kepala emak. Tiba-tiba, emak terasa nak muntah sangat-sangat. Amid yang baru saja bangun untuk mengambil besen, apabila melihatkan keadaan emak, membatalkan hasratnya ke dapur. Amid segera berteleku dihadapan emak lalu menadah tangannya, meminta emak muntah di telapak tangannya. Berlambak muntah emak di telapak tangan Amid. Tetapi, Amid sedikit pun tidak kisah atau berasa geli-geleman. Apabila mendengar cerita emak, saya sendiri yang menitis air mata.
Memang, Amid sanggup berbuat apa sahaja untuk emaknya. Sehingga kini, apabila saya teringatkan peristiwa itu, air mata pasti bergenang. Sebak hati saya apabila emak menceritakan bagaimana Amid melayannya ketika dia sedang terlantar sakit.
Pengorbanan Amid terhadap emak memang tidak mampu dilakukan oleh adik-beradik yang lain termasuk saya sendiri. Di samping itu, Amid juga bertanggungjawab memberi makan lembu kambing sebanyak 30 ekor. Semuanya Amid laksanakan tanpa bersungut. Amid menjaga emak sehingga sembuh sepenuhnya.
Semenjak berhenti sekolah, sehingga ke usianya hampir mencecah 30-an, rutin hidup Amid tidak pernah berubah. Pagi, Amid akan ke kebun dan selepas solat Zuhur, dia akan pulang untuk makan tengah hari. Sementara menunggu petang menjelang, dia akan tidur sebentar melepaskan lelah.
Kemudian, selepas solat Asar, Amid akan keluar semula. Dia akan ke kebun yang jaraknya kira-kira dua kilometer dari rumah untuk memastikan lembu kambing yang sudah kekenyangan itu dimasukkan semula ke dalam kandang.
Begitulah kehidupan Amid seharian. Biarpun ketika Itu, usianya sudah cukup matang untuk mendirikan rumah tangga, namun dia langsung tidak terfikir ke arah itu.
Katanya pada saya, buat masa ini, cukuplah seorang wanita bergelar ibu di dalam hidupnya.
Khamis 7 Oktober 2004
AJAL dan maut di tangan Tuhan. Tidak ada sesiapa yang mampu menolak ketentuan Ilahi. Saya sendiri tidak menyangka, hari itu, Amid akan meninggalkan kami buat selamanya. Terlalu cepat rasanya Amid pergi terutama dalam usianya yang masih muda.
Amid meninggal dipanah petir.
Ceritanya begini.
Pada hari itu, selepas pulang dari kebun menghantar emak ke rumah, Amid menunaikan solat Asar. Selepas selesai, dia akan menunggang motosikal buruknya ke kebun untuk menghalau kambing dan lembu masuk semula ke kandang. Ketika itu, langit sudah gelap. Kilat mula memancar diiringi dentuman guruh. Menurut cerita kakak saya, Mek, Amid berada di kandang sehingga pukul 6.00 petang.
Mek nampak Amid menghalau lembu kambingnya sebab rumah Mek dekat saja dengan kandang haiwan itu.
Kira-kira pukul 6.15 petang, hujan mula turun dengan lebat. Kakak saya, Mek, Jah bersama adik saya, Nor dan Ana sedang berada di rumah mereka pada waktu itu.
Apabila hujan lebat turun dan guruh serta petir sabung-menyabung, mereka sangkakan Amid sudah pulang ke rumah emak.
Jadi mereka langsung tidak memikirkan tentang Amid kerana menyangka Amid sudah pulang ke rumah sebelum hujan turun.
Tiba-Tiba.
prangggggg. tuuuuummmmt!
Dentuman serta panahan petir yang teramat kuat itu membuatkan Mek, Jah, Nor dan Ana terperanjat. Panahan petir itu turut membelah beberapa batang pokok pisang yang ditanam di belakang rumah serta merobekkan dinding dan pintu bilik air rumah Mek.
Pada masa yang sama, emak yang sedang berada di halaman rumahnya kira-kira dua kilometer dari rumah Mek, turut terperanjat mendengar bunyi dentuman petir itu. Darahnya berderau. Lutut emak tiba-tiba saja jadi lemah. Dirinya terasa seperti di awang-awangan.
Tiba-tiba mulut emak terpacul kata kata, "Ya Allah. anak aku!"
Hati emak jadi berdebar-debar. Dia teringatkan Amid yang sedang berada di kebun. Emak tiba-tiba bimbang terjadi sesuatu yang buruk terhadap Amid. Kira-kira setengah jam berlalu, hujan semakin reda. Pancaran kilat dan guruh juga sudah sayup-sayup bunyinya. Tiba-tiba Mek teringatkan Amid. Dia menghubungi emak, tetapi kata emak, Amid masih belum pulang.
Mek mula rasa tidak sedap hati. Dia mengajak abang kami, Pok Yee untuk keluar bersama mencari Amid. Mereka berdua menuju ke kandang yang tidak jauh dari rumah mereka itu.
Sampai di sana...
"Ya Allah, adik akuuuuuu!!!" jerit Mek sebaik sahaja melihat Amid terbaring mengiring di bawah pohon sentul di depan kandang kambingnya. Mek memangku kepala Amid. Mek Jerit nama Amid beberapa kali, tapi Amid tidak lagi menyahut. Tubuhnya kaku.
Cerita Mek kepada saya. ketika itu dia melihat darah mengalir laju keluar dari telinga Amid. Kesan lukanya pula seperti terkena tembakan peluru. Dari waJahnya, sehingga ke paras dada, menjadi hitam kesan terbakar.
Amid dibawa ke hospital dengan hantuan seorang jiran dan disahkan sudah meninggal dunia. Ketika menunggu hospital membenarkan kami membawa pulang jenazah Amid, Mek pun bercerita kepada kami bagaimana dia melihat sesuatu yang agak pelik pada mayat Amid ketika dia mula-mula menjumpainya.
Cerita Mek, mayat Amid dijumpainya terbaring mengiring menghadap ke arah kiblat dan kedua-dua tangannya pula dalam keadaan kiam.
Lazimnya seseorang yang dipanah petir, tercampak dan keadaan anggota badannya tidak teratur. Tetapi ini tidak, mayat Amid seolah olah dibaringkan dan tangannya dikiamkan ke dada.
Cerita Mek kepada kami lagi.
Pagi Jumaat 8 Oktober 2004
Pagi itu, suasana pilu menyelubungi rumah kami. Mayat Amid terbujur kaku diselimuti kain kapan di ruang tamu. Saya termasuk beberapa orang adik-beradik dan orang kampung, sibuk menguruskan urusan pengebumian Amid.
Di sekeliling mayat, kelihatan saudara-mara memenuhi ruang rumah, termasuk orang-orang kampung membacakan surah Yasin. Setelah solat jenazah, mayat Amid dibawa ke perkuburan. Sebaik selesai urusan pengebumian, azan solat Jumaat pun berkumandang.
Sehari selepas Amid dikebumikan, saya ke kuburnya untuk membacakan surah Yasin. Saya tiba di tanah perkuburan kira-kira pukul 9.00 pagi. Ketika sedang khusyuk membaca Yasin. Tiba tiba saya terdengar suara burung berkicauan di atas pokok-pokok di kuburan itu.
Pada mulanya saya tidak hiraukan kicauan burung-burung tersebut. Tetapi lama-kelamaan, saya dengar bunyi kicauan itu semakin kuat dan rancak. Saya pun mendongak, kelihatanlah sekumpulan burung sedang terbang berpusing dan galak berkicau. Mula timbul rasa pelik dalam diri saya sebab sewaktu mula-mula sampai ke tanah perkuburan, langsung tidak nampak kelibat seekor burung pun.
Saya menyambung kembali bacaan sehingga tamat.
Anehnya, sebaik saya habis membaca surah Yasin, bunyi kicauan burung itu hilang serta-merta. Apabila saya mendongak, saya dapati sekawan burung yang berterbangan tadi juga sudah ghaib entah ke mana.
Serentak itu saya terbau satu haruman yang tidak pernah saya rasai sebelum ini. Baunya amat harum. Saya mencari-cari dari mana datangnya bau harum itu, mungkin dari orang lain yang berkunjung ke kawasan perkuburan itu, tapi saya tidak menemuinya. Tiada orang lain di kawasan perkuburan itu kecuali saya.
Saya kemudian meninggalkan pusara Amid, sedang di dalam kepala masih terfikir-fikir tentang kejadian pelik sebentar tadi. Apabila pulang ke rumah emak, tambah memeranjatkan, apabila saya terbau haruman yang sama di dalam bilik Amid. Saya masuk ke biliknya dan mendapati bau tersebut datangnya dari sudut bilik tempat Amid sering bersembahyang.
Subhaanallah! Itu saja yang mampu saya katakan dalam hati.
Bukanlah tujuan saya untuk bercerita tentang kebaikan adik sendiri atau bertujuan untuk berbangga, riak dan sebagainya, tetapi bagi keluarga kami, Amid menjadi contoh seorang anak yang begitu taat kepada ibunya. Dan kisah ini ingin saya kongsikan bersama sebagai satu pengajaran buat kita semua.
Setiap kali saya terbaca kisah-kisah sadis dan kejam seperti kejadian anak membunuh ibu, atau anak sanggup menghantar ibu bapa ke rumah jagaan orang-orang tua di akhbar atau majalah, pasti saya akan teringatkan sikap Amid.
Biarpun Amid sudah pergi meninggalkan kami hampir lebih dua tahun lamanya, namun apabila saya terkenangkannya, saya akan menitiskan air mata. Sedih dan terharu apabila mengenangkan pengorbanan Amid terhadap emak.
Namun, dalam sedih, ada terselit di hati saya rasa gembira. Sikap taatnya kepada ibu, dan peristiwa pelik yang berlaku pada Amid ketika kematiannya, membuatkan saya yakin, itu adalah petunjuk dari Tuhan, sebagai balasan buat seorang anak yang telah mengabdikan diri terhadap ibu sehingga ke akhir hayatnya.
"Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua-dua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua-dua ibu bapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan)". - Surah Luqman ayat 14.
perasaan. Bergenang gak airmata jap terbayang.
Sesape yg masih ade mak,mama,ibu,mummy,umi...renung2kanlah...
Kalu mcm aku emmm,arwah mama da "pergi"...Al-Fatihah.
Aku nak jage ayah sebaek mungkin...IAllah.Sedeh lak pepagi ne...hee
"Muntahlah atas tangan Amid."
17 tahun dulu.
PETANG itu, di serambi rumah usang milik keluarga kami di Kuala Terengganu, saya duduk bersila berhadapan dengan adik bongsu, Amid atau nama sebenarnya Syed Mohammad Nazri Syed Bidin.
"Kenapa kau nak berhenti sekolah?" soal saya.
Amid menundukkan kepala dan membisu.
Saya tidak puas hati. Sekali lagi saya ulang soalan yang sama.
"Amid tak nak sekolah sebab nak jaga emak. Amid nak jaga emak sampai akhir hayat," jawab Amid dengan lembut, tetapi tegas.
Saya tersentak mendengar jawapan Amid.
"isshhh. betul ke budak ni? Baru darjah enam, masa seronok budak-budak pun masih belum habis," hati saya berkata kata.
"Cakap betul-betul dengan abang. Kenapa tak nak sekolah? Ada budak jahat kacau ke?" pujuk saya lagi.
Saya tidak mahu Amid berhenti sekolah kerana tidak tahan dengan gangguan budak-budak nakal.
"Betul bang, Amid tak tipu. Amid tak nak sekolah sebab nak jaga emak. Nanti kalau Amid belajar pandai-pandai, kena duduk jauh dari mak. Amid tak nak tinggalkan mak," katanya separuh merayu.
Melihat kesungguhannya, saya jadi buntu. Nampak gayanya, Amid tidak bergurau.
"Betul ke ni?" soal saya masih tidak percaya.
"Betul," balas Amid pula tanpa ragu ragu.
"Suka hati adiklah," kata saya selepas lama termenung.
Mendengar jawapan saya, Amid tersenyum lalu meminta izin untuk masuk ke dalam rumah. Saya termenung di serambi. Kata kata Amid itu benar-benar memberi kesan terhadap jiwa saya. Kecil-kecil lagi sudah ada kesedaran mahu berbakti kepada emak.
Tetapi, peristiwa itu berlaku 17 tahun dulu. Kini Amid sudah dewasa, umur pun sudah mencecah 29 tahun. Saya tidak lagi ragu-ragu terhadap Amid. Memang betul, Amid tidak mahu bersekolah dulu kerana mahu menjaga emak. Amid tidak bergurau. Amid telah membuktikan kepada saya dan adik beradiknya yang lain, memang dia ikhlas mahu menjaga emak.
Memang tidak dapat dinafikan, di antara kami Sembilan beradik, Amidlah anak yang paling taat terhadap emak. Tingkah lakunya, tutor katanya, begitu tertib ketika bersama emak atau orang yang lebih tua darinya. Seumur hidup, saya dan adik-beradik lain tidak pernah melihat Amid bersikap atau bercakap kasar terhadap emak.
Apa saja keputusan atau kehendaknya, Amid akan merujuk kepada emak terlebih dahulu. Emaklah yang akan memutuskan. A kata emak, A jugalah katanya. Hitam kata emak, hitamlah kata Amid.
Saya sendiri, termasuk adik beradik lain tidak mampu untuk bersikap seperti Amid.
Pernah juga saya mengajak Amid bekerja di Kuala Lumpur mencari rezeki di sana, tetapi dia menolak.
Katanya, biarlah dia tinggal bersama emak.
"Kalau semua pergi, sapa nak jaga emak?
Sapa nak uruskan lembu kambing? Kakak?
Dia perempuan. Mana larat buat kerja yang berat-berat.
Lagipun takkan nak biarkan rumah ni tak ada lelaki?"
"Abang dan kakak pun dah ada keluarga masing-masing.
Abang Usop dan Abang Mat pula dah duduk di KL.
Jadi, biarlah Amid duduk di kampung aja. Kerja jaga kambing dan lembu pun tak apalah," kata Amid kepada saya.
Setiap kali saya mengajak, pasti jawapan Amid sama. Lama-kelamaan saya mengalah.
Kami adik-beradik sudah faham perangai Amid. Saya tahu, pasti Amid tidak akan setuju untuk ke Kuala Lumpur. Amid dan emak bagaikan isi dengan kuku. Bagaikan satu nyawa. Tidak boleh berpisah. Dia lebih rela menjadi gembala lembu daripada meninggalkan emak yang sudah tua itu.
Bukan itu sahaja, dalam hal-hal makan minum pun, Amid tetap akan mendahulukan emak. Sekiranya dia membawa pulang kuih-muih yang dibeli dari pekan, janganlah sesiapa sentuh, selagi emak tidak menjamah terlebih dulu. Ada kalanya saya perasan, emak menjamah sikit makanan itu, semata-mata untuk menjaga hati Amid.
Jika Amid berkenan untuk membeli sesuatu barangan, dia tidak akan terus membelinya. Amid terlebih dulu akan pulang dan meminta izin emak untuk membeli barang tersebut. Sekiranya emak mengizinkan, barulah dia beli barang itu. Jika tidak, dia tidak akan beli, biarpun barangan itu memang dia inginkan.
Ketika emak terlantar sakit dan hampir lumpuh, Amidlah yang menjaganya. Kami adik-beradik ketika itu benar-benar mengharapkan Amid sebagai anak lelaki untuk menjaga emak.
Maklumlah, kami di Kuala Lumpur. Tetapi Amid memang tidak mengecewakan kami.
Cerita emak kepada saya, setiap malam Amid akan tidur berdekatan emak di ruang tamu rumah tempat emak terbaring. Tidak pernah sekalipun dia tidur di biliknya selama emak terlantar. Pantang terdengar emak bergerak Mau terbatuk di tengah malam buta, Amid pasti terjaga.
"Kenapa mak? Mak nak buang air ke? Lapar? Mak nak minum?" Amid akan bertanya pada emak.
Sekiranya emak mahu buang air, Amid akan memapahnya ke bilik air. Jika emak mahu minum, dia akan menyediakan minuman. Kalau emak pening, Amid akan memicit-micit kepala emak sehingga orang tua itu terlena. Jika emak menggigil kesejukan, Amid akan menarik selimut menutupi tubuh emak daripada kedinginan malam.
Satu malam, cerita emak kepada saya lagi, ketika sedang berbaring, tiba-tiba dia berasa pening kepala. Lalu emak pun mengadu pada Amid yang sedang berbaring di sebelahnya. Amid bingkas bangun lalu memicit micit kepala emak. Tiba-tiba, emak terasa nak muntah sangat-sangat. Amid yang baru saja bangun untuk mengambil besen, apabila melihatkan keadaan emak, membatalkan hasratnya ke dapur. Amid segera berteleku dihadapan emak lalu menadah tangannya, meminta emak muntah di telapak tangannya. Berlambak muntah emak di telapak tangan Amid. Tetapi, Amid sedikit pun tidak kisah atau berasa geli-geleman. Apabila mendengar cerita emak, saya sendiri yang menitis air mata.
Memang, Amid sanggup berbuat apa sahaja untuk emaknya. Sehingga kini, apabila saya teringatkan peristiwa itu, air mata pasti bergenang. Sebak hati saya apabila emak menceritakan bagaimana Amid melayannya ketika dia sedang terlantar sakit.
Pengorbanan Amid terhadap emak memang tidak mampu dilakukan oleh adik-beradik yang lain termasuk saya sendiri. Di samping itu, Amid juga bertanggungjawab memberi makan lembu kambing sebanyak 30 ekor. Semuanya Amid laksanakan tanpa bersungut. Amid menjaga emak sehingga sembuh sepenuhnya.
Semenjak berhenti sekolah, sehingga ke usianya hampir mencecah 30-an, rutin hidup Amid tidak pernah berubah. Pagi, Amid akan ke kebun dan selepas solat Zuhur, dia akan pulang untuk makan tengah hari. Sementara menunggu petang menjelang, dia akan tidur sebentar melepaskan lelah.
Kemudian, selepas solat Asar, Amid akan keluar semula. Dia akan ke kebun yang jaraknya kira-kira dua kilometer dari rumah untuk memastikan lembu kambing yang sudah kekenyangan itu dimasukkan semula ke dalam kandang.
Begitulah kehidupan Amid seharian. Biarpun ketika Itu, usianya sudah cukup matang untuk mendirikan rumah tangga, namun dia langsung tidak terfikir ke arah itu.
Katanya pada saya, buat masa ini, cukuplah seorang wanita bergelar ibu di dalam hidupnya.
Khamis 7 Oktober 2004
AJAL dan maut di tangan Tuhan. Tidak ada sesiapa yang mampu menolak ketentuan Ilahi. Saya sendiri tidak menyangka, hari itu, Amid akan meninggalkan kami buat selamanya. Terlalu cepat rasanya Amid pergi terutama dalam usianya yang masih muda.
Amid meninggal dipanah petir.
Ceritanya begini.
Pada hari itu, selepas pulang dari kebun menghantar emak ke rumah, Amid menunaikan solat Asar. Selepas selesai, dia akan menunggang motosikal buruknya ke kebun untuk menghalau kambing dan lembu masuk semula ke kandang. Ketika itu, langit sudah gelap. Kilat mula memancar diiringi dentuman guruh. Menurut cerita kakak saya, Mek, Amid berada di kandang sehingga pukul 6.00 petang.
Mek nampak Amid menghalau lembu kambingnya sebab rumah Mek dekat saja dengan kandang haiwan itu.
Kira-kira pukul 6.15 petang, hujan mula turun dengan lebat. Kakak saya, Mek, Jah bersama adik saya, Nor dan Ana sedang berada di rumah mereka pada waktu itu.
Apabila hujan lebat turun dan guruh serta petir sabung-menyabung, mereka sangkakan Amid sudah pulang ke rumah emak.
Jadi mereka langsung tidak memikirkan tentang Amid kerana menyangka Amid sudah pulang ke rumah sebelum hujan turun.
Tiba-Tiba.
prangggggg. tuuuuummmmt!
Dentuman serta panahan petir yang teramat kuat itu membuatkan Mek, Jah, Nor dan Ana terperanjat. Panahan petir itu turut membelah beberapa batang pokok pisang yang ditanam di belakang rumah serta merobekkan dinding dan pintu bilik air rumah Mek.
Pada masa yang sama, emak yang sedang berada di halaman rumahnya kira-kira dua kilometer dari rumah Mek, turut terperanjat mendengar bunyi dentuman petir itu. Darahnya berderau. Lutut emak tiba-tiba saja jadi lemah. Dirinya terasa seperti di awang-awangan.
Tiba-tiba mulut emak terpacul kata kata, "Ya Allah. anak aku!"
Hati emak jadi berdebar-debar. Dia teringatkan Amid yang sedang berada di kebun. Emak tiba-tiba bimbang terjadi sesuatu yang buruk terhadap Amid. Kira-kira setengah jam berlalu, hujan semakin reda. Pancaran kilat dan guruh juga sudah sayup-sayup bunyinya. Tiba-tiba Mek teringatkan Amid. Dia menghubungi emak, tetapi kata emak, Amid masih belum pulang.
Mek mula rasa tidak sedap hati. Dia mengajak abang kami, Pok Yee untuk keluar bersama mencari Amid. Mereka berdua menuju ke kandang yang tidak jauh dari rumah mereka itu.
Sampai di sana...
"Ya Allah, adik akuuuuuu!!!" jerit Mek sebaik sahaja melihat Amid terbaring mengiring di bawah pohon sentul di depan kandang kambingnya. Mek memangku kepala Amid. Mek Jerit nama Amid beberapa kali, tapi Amid tidak lagi menyahut. Tubuhnya kaku.
Cerita Mek kepada saya. ketika itu dia melihat darah mengalir laju keluar dari telinga Amid. Kesan lukanya pula seperti terkena tembakan peluru. Dari waJahnya, sehingga ke paras dada, menjadi hitam kesan terbakar.
Amid dibawa ke hospital dengan hantuan seorang jiran dan disahkan sudah meninggal dunia. Ketika menunggu hospital membenarkan kami membawa pulang jenazah Amid, Mek pun bercerita kepada kami bagaimana dia melihat sesuatu yang agak pelik pada mayat Amid ketika dia mula-mula menjumpainya.
Cerita Mek, mayat Amid dijumpainya terbaring mengiring menghadap ke arah kiblat dan kedua-dua tangannya pula dalam keadaan kiam.
Lazimnya seseorang yang dipanah petir, tercampak dan keadaan anggota badannya tidak teratur. Tetapi ini tidak, mayat Amid seolah olah dibaringkan dan tangannya dikiamkan ke dada.
Cerita Mek kepada kami lagi.
Pagi Jumaat 8 Oktober 2004
Pagi itu, suasana pilu menyelubungi rumah kami. Mayat Amid terbujur kaku diselimuti kain kapan di ruang tamu. Saya termasuk beberapa orang adik-beradik dan orang kampung, sibuk menguruskan urusan pengebumian Amid.
Di sekeliling mayat, kelihatan saudara-mara memenuhi ruang rumah, termasuk orang-orang kampung membacakan surah Yasin. Setelah solat jenazah, mayat Amid dibawa ke perkuburan. Sebaik selesai urusan pengebumian, azan solat Jumaat pun berkumandang.
Sehari selepas Amid dikebumikan, saya ke kuburnya untuk membacakan surah Yasin. Saya tiba di tanah perkuburan kira-kira pukul 9.00 pagi. Ketika sedang khusyuk membaca Yasin. Tiba tiba saya terdengar suara burung berkicauan di atas pokok-pokok di kuburan itu.
Pada mulanya saya tidak hiraukan kicauan burung-burung tersebut. Tetapi lama-kelamaan, saya dengar bunyi kicauan itu semakin kuat dan rancak. Saya pun mendongak, kelihatanlah sekumpulan burung sedang terbang berpusing dan galak berkicau. Mula timbul rasa pelik dalam diri saya sebab sewaktu mula-mula sampai ke tanah perkuburan, langsung tidak nampak kelibat seekor burung pun.
Saya menyambung kembali bacaan sehingga tamat.
Anehnya, sebaik saya habis membaca surah Yasin, bunyi kicauan burung itu hilang serta-merta. Apabila saya mendongak, saya dapati sekawan burung yang berterbangan tadi juga sudah ghaib entah ke mana.
Serentak itu saya terbau satu haruman yang tidak pernah saya rasai sebelum ini. Baunya amat harum. Saya mencari-cari dari mana datangnya bau harum itu, mungkin dari orang lain yang berkunjung ke kawasan perkuburan itu, tapi saya tidak menemuinya. Tiada orang lain di kawasan perkuburan itu kecuali saya.
Saya kemudian meninggalkan pusara Amid, sedang di dalam kepala masih terfikir-fikir tentang kejadian pelik sebentar tadi. Apabila pulang ke rumah emak, tambah memeranjatkan, apabila saya terbau haruman yang sama di dalam bilik Amid. Saya masuk ke biliknya dan mendapati bau tersebut datangnya dari sudut bilik tempat Amid sering bersembahyang.
Subhaanallah! Itu saja yang mampu saya katakan dalam hati.
Bukanlah tujuan saya untuk bercerita tentang kebaikan adik sendiri atau bertujuan untuk berbangga, riak dan sebagainya, tetapi bagi keluarga kami, Amid menjadi contoh seorang anak yang begitu taat kepada ibunya. Dan kisah ini ingin saya kongsikan bersama sebagai satu pengajaran buat kita semua.
Setiap kali saya terbaca kisah-kisah sadis dan kejam seperti kejadian anak membunuh ibu, atau anak sanggup menghantar ibu bapa ke rumah jagaan orang-orang tua di akhbar atau majalah, pasti saya akan teringatkan sikap Amid.
Biarpun Amid sudah pergi meninggalkan kami hampir lebih dua tahun lamanya, namun apabila saya terkenangkannya, saya akan menitiskan air mata. Sedih dan terharu apabila mengenangkan pengorbanan Amid terhadap emak.
Namun, dalam sedih, ada terselit di hati saya rasa gembira. Sikap taatnya kepada ibu, dan peristiwa pelik yang berlaku pada Amid ketika kematiannya, membuatkan saya yakin, itu adalah petunjuk dari Tuhan, sebagai balasan buat seorang anak yang telah mengabdikan diri terhadap ibu sehingga ke akhir hayatnya.
"Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua-dua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua-dua ibu bapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan)". - Surah Luqman ayat 14.
Labels:
Renungan
Redha & Bersyukur atas setiap HikmahNya
Pagi ne as usual, tugas pertama cek emel hasilhlangat (https://mail.selangor.gov.my/owa/).
Takla byk sgt terima masalah or aduan pagi ne cuma ada 2 perkara yg buleh dijadikan renungan skejap pada petikan buku Al-Tahzan/Jangan Bersedih(yg mn aku belum sempat menamatkan pembacaannya.hehe)yg dikirimkan oleh seseorang yang berbunyi;
1.Berharaplah Akan Redha Tuhan Semata
Tuhan menciptakan para hambaNya agar selalu mengingatinya, dan Dia menganugerahkan rezeki kepada setiap manusia. Namun ramai juga yg mengingkari nikmat tersebut.
Tabiat mengingkari, membangkang, dan meremehkan sesuatu adalah satu penyakit jiwa Manusia. Kerana itu, anda tidak perlu hairan dan resah bila mendapati mereka (teman sekeliling) mengingkari nikmat yang pernah anda berikan kepada mereka, mencampakkan budi yang telah anda tunjukkan serta melupakan bakti yang telah anda persembahkan. Bahkan anda tidak perlu resah bila mereka memusuhi anda dengan sangat keji.
Anda juga tidak tidak perlu terkejut apabila menghadiahkan sebatang pen kepada orang bebal, lalu ia menggunakan pen itu untuk menulis cemuhan kepada anda. Dan anda tidak harus terkejut bila orang yang anda berikan tongkat justeru memukul tongkat itu ke kepala anda. Itu adalah watak Manusia yang selalu mengingkari dan tidak pernah bersyukur.
Perlu diketahui bahawa, sedangkan Tuhan sekalipun mereka ingkari inikan pula Manusia. Oleh sebab itu, Janganlah Bersedih. Berharaplah Hanya Kepada Redha Tuhan.
***Semuga menjadi peringatan kepada diri aku sendiri.
BERSYUKUR & REDHA dengan kurniaan-Nya. :)
2. Ambillah Hikmah Dari Setiap Kejadian…
Di Perancis, pernah dipenjarakan dua orang sarterawan terkenal. Oleh kerana dipenjara, seorang daripadanya mengambil pelajaran dan hikmah daripada apa yang terjadi. Sedangkan seorang lagi sebaliknya. Setiap hari, kedua-dua sasterawan tersebut hanya mampu melihat dan menjengukkan kepala melalui jeriji penjara. Walau bagaimanapun seorang sasterawan yang optimis tadi selalu melihat ke atas dan melihat bintang-bintang yang gemerlapan di langit. Dan kerana itu, ia selalu tersenyum cerah. Adapun sasterawan yang lagi seorang selalu melihat ke arah bawah dan hanya melihat tanah hitam di depan penjara. Dan kemudian menangis dengan sedihnya.
Begitulah seharusnya:
· Ketika kita ditimpa musibah, maka harus melihat dari sudut yang paling terang darinya.
· Ketika seseorang memberikan anda segelas air limau yg tersangat masam, maka perlu terima hanya saja kita perlu tambah sesendok gula ke dalamnya.
· Ketika anda menerima hadiah seekor ular daripada seseorang, maka terimalah, ambil saja kulitnya yang mahal dan tinggalkan tubuhnya yang lain.
Oleh itu Janganlah Bersedih, sebaiknya kita selalu melihat kesedihan itu dari sudut lain kerana belum tentu keseluruhannya menyedihkan. Pasti ada kebaikan, jalan harapan dan pahala yang besar.
***Tapi kadang2 bila emosi menguasai,kita terlupa jap...emm lupe hal-hal mcmne kan? Kite kene pandai mengemudi perasaan kite kan...
Takla byk sgt terima masalah or aduan pagi ne cuma ada 2 perkara yg buleh dijadikan renungan skejap pada petikan buku Al-Tahzan/Jangan Bersedih(yg mn aku belum sempat menamatkan pembacaannya.hehe)yg dikirimkan oleh seseorang yang berbunyi;
1.Berharaplah Akan Redha Tuhan Semata
Tuhan menciptakan para hambaNya agar selalu mengingatinya, dan Dia menganugerahkan rezeki kepada setiap manusia. Namun ramai juga yg mengingkari nikmat tersebut.
Tabiat mengingkari, membangkang, dan meremehkan sesuatu adalah satu penyakit jiwa Manusia. Kerana itu, anda tidak perlu hairan dan resah bila mendapati mereka (teman sekeliling) mengingkari nikmat yang pernah anda berikan kepada mereka, mencampakkan budi yang telah anda tunjukkan serta melupakan bakti yang telah anda persembahkan. Bahkan anda tidak perlu resah bila mereka memusuhi anda dengan sangat keji.
Anda juga tidak tidak perlu terkejut apabila menghadiahkan sebatang pen kepada orang bebal, lalu ia menggunakan pen itu untuk menulis cemuhan kepada anda. Dan anda tidak harus terkejut bila orang yang anda berikan tongkat justeru memukul tongkat itu ke kepala anda. Itu adalah watak Manusia yang selalu mengingkari dan tidak pernah bersyukur.
Perlu diketahui bahawa, sedangkan Tuhan sekalipun mereka ingkari inikan pula Manusia. Oleh sebab itu, Janganlah Bersedih. Berharaplah Hanya Kepada Redha Tuhan.
***Semuga menjadi peringatan kepada diri aku sendiri.
BERSYUKUR & REDHA dengan kurniaan-Nya. :)
2. Ambillah Hikmah Dari Setiap Kejadian…
Di Perancis, pernah dipenjarakan dua orang sarterawan terkenal. Oleh kerana dipenjara, seorang daripadanya mengambil pelajaran dan hikmah daripada apa yang terjadi. Sedangkan seorang lagi sebaliknya. Setiap hari, kedua-dua sasterawan tersebut hanya mampu melihat dan menjengukkan kepala melalui jeriji penjara. Walau bagaimanapun seorang sasterawan yang optimis tadi selalu melihat ke atas dan melihat bintang-bintang yang gemerlapan di langit. Dan kerana itu, ia selalu tersenyum cerah. Adapun sasterawan yang lagi seorang selalu melihat ke arah bawah dan hanya melihat tanah hitam di depan penjara. Dan kemudian menangis dengan sedihnya.
Begitulah seharusnya:
· Ketika kita ditimpa musibah, maka harus melihat dari sudut yang paling terang darinya.
· Ketika seseorang memberikan anda segelas air limau yg tersangat masam, maka perlu terima hanya saja kita perlu tambah sesendok gula ke dalamnya.
· Ketika anda menerima hadiah seekor ular daripada seseorang, maka terimalah, ambil saja kulitnya yang mahal dan tinggalkan tubuhnya yang lain.
Oleh itu Janganlah Bersedih, sebaiknya kita selalu melihat kesedihan itu dari sudut lain kerana belum tentu keseluruhannya menyedihkan. Pasti ada kebaikan, jalan harapan dan pahala yang besar.
***Tapi kadang2 bila emosi menguasai,kita terlupa jap...emm lupe hal-hal mcmne kan? Kite kene pandai mengemudi perasaan kite kan...
Labels:
Renungan
Tuesday, August 17, 2010
Brownies Choc S.R.
Ramadhan ke-7 : Brownies Choc S.R.
Uhh...tadi belek2 blog "Home Sweet Home" trase da gigil. Lapa! :)
Si Hilal siap tertido2 punye kontrol napsu makan.
Sume menu dalam tu perghhh...memang SALUTE ngan kak Ummie tu.
Dalam pada tu terpikir2,menu ape arine nak berbuke pose.
Tetibe creta2 ngan Hilal pasal kek la,beskut la..etc...
HUK!!! teringin plak nak Brownies Choc S.R. Aduhhh...
Teringat coklat cair tu...adeiii tp nak singgah kedai malas.
Almaklumlah, petang2 bulan pose ne sume bergegas nak balik.
Jalan pung jadik jem.
Selalu aku sampai ruma xsampai 30min ne trus jadik 45-55 min.
Penat wooo jem jem ne.

Jadi nyer dapat ke tidak aku tunaikan hasrat aku ne kite tgu
malam kang. Kot2 terajin ke ajak Umi g kedai jap. Kot2 aku
terajin singgah ke jap lagik.Macam mengidam la plak kan.
Ape pung aku sempat cuci mata tgk gambar Brownies pung jadik ler.
Gagagagagga YYuuuMMMiiiiiiieeeeee~!
Uhh...tadi belek2 blog "Home Sweet Home" trase da gigil. Lapa! :)
Si Hilal siap tertido2 punye kontrol napsu makan.
Sume menu dalam tu perghhh...memang SALUTE ngan kak Ummie tu.
Dalam pada tu terpikir2,menu ape arine nak berbuke pose.
Tetibe creta2 ngan Hilal pasal kek la,beskut la..etc...
HUK!!! teringin plak nak Brownies Choc S.R. Aduhhh...
Teringat coklat cair tu...adeiii tp nak singgah kedai malas.
Almaklumlah, petang2 bulan pose ne sume bergegas nak balik.
Jalan pung jadik jem.
Selalu aku sampai ruma xsampai 30min ne trus jadik 45-55 min.
Penat wooo jem jem ne.

Jadi nyer dapat ke tidak aku tunaikan hasrat aku ne kite tgu
malam kang. Kot2 terajin ke ajak Umi g kedai jap. Kot2 aku
terajin singgah ke jap lagik.Macam mengidam la plak kan.
Ape pung aku sempat cuci mata tgk gambar Brownies pung jadik ler.
Gagagagagga YYuuuMMMiiiiiiieeeeee~!
Labels:
Resipi/Makan-Makan
Terbang ke LONDON
Ya Allah.Syukur Alhamdulillah.
Heheh...aku plak yg ter overxcited biler dapat tauw brite baek ne.
Abang aku kol pagi tu kestauw betapa penatnya dia n family g
photoshoot untuk "Pemenang Hadiah Utama Dumex-Dugro" yg menawarkan hadiah lumayan berjumlah RM 50,000. Tapi abang aku cakap tidaklah
dapat cash sebanyak tu tapi dapat cash sket n dapat TERBANG KE LONDON...huurreeeyyy hiipppiieee...
Tahniah Abang Fauzy n family.
Dan aku membuat kesimpulan bahawa kemenangan ini adalah REZEKI dari
DIA sedangkan ada cerita disebalik kemenangan dalam peraduan ini.
Kena ingat tau REZEKI masing2.Hehe...apapung aku tumpang hepi,siapa
sangke kan...

Tarikh 7hb Ogos 2010, Harian Metro akhirnya publish la gambar abang aku sekeluarga...wow...nampak laen sangat...heheh...Yang penting jumlah RM 50,000.00 tu...WOW WOW WOW...Kita nantikan hari yang bakal tiba untuk TERBANG KE LONDON itu.heheh...
Jadi skrg bule lah belek2 kalendar,tgk bile mau TERBANG KE LONDON...
Dan jgn lupe bwk ole2 untuk org cni tau...aggagagaaga
Dan, jap nak berkhayal...kalaulah aku yang dapat,berpeluang camne...WOW WOW WOW...hebatnyer aku rase...heeeee....
Heheh...aku plak yg ter overxcited biler dapat tauw brite baek ne.
Abang aku kol pagi tu kestauw betapa penatnya dia n family g
photoshoot untuk "Pemenang Hadiah Utama Dumex-Dugro" yg menawarkan hadiah lumayan berjumlah RM 50,000. Tapi abang aku cakap tidaklah
dapat cash sebanyak tu tapi dapat cash sket n dapat TERBANG KE LONDON...huurreeeyyy hiipppiieee...
Tahniah Abang Fauzy n family.
Dan aku membuat kesimpulan bahawa kemenangan ini adalah REZEKI dari
DIA sedangkan ada cerita disebalik kemenangan dalam peraduan ini.
Kena ingat tau REZEKI masing2.Hehe...apapung aku tumpang hepi,siapa
sangke kan...

Tarikh 7hb Ogos 2010, Harian Metro akhirnya publish la gambar abang aku sekeluarga...wow...nampak laen sangat...heheh...Yang penting jumlah RM 50,000.00 tu...WOW WOW WOW...Kita nantikan hari yang bakal tiba untuk TERBANG KE LONDON itu.heheh...
Jadi skrg bule lah belek2 kalendar,tgk bile mau TERBANG KE LONDON...
Dan jgn lupe bwk ole2 untuk org cni tau...aggagagaaga
Dan, jap nak berkhayal...kalaulah aku yang dapat,berpeluang camne...WOW WOW WOW...hebatnyer aku rase...heeeee....
Labels:
Famili dan aku,
Petikan Berita Terpilih
4 element penting dlm FOTOGRAFI
4 Perkara lazim dalam FOTOGRAFI ialah ;
i) Kesederhanaan (simplicity)
- selalunya apa yang ada di hadapan kita terlalu luas.
jadi kita biarkan kamera yang memainkan peranan dalam
"view" yang menarik utk kite capture. Cthnya; jika
kita mengambil potret,lebih menarik jika kita cuma
capture wajahnya saja berbanding keseluruhannya.
ii) Sudut komposisi (composition)
- untuk mendapatkan hasil capture yang menarik,photographer
mesti pandai bermain dengan pelbagai sudut. Ia sangat
penting untuk sesuatu subjek. Cthnya; jika kita pandai
bermain dengan sudut, seseorang yang rendah akan kelihatan
lebih tinggi jika photographer pandai mencari komposisi yang
betul.
iii) Cahaya (Lighting)
- cahaya juga memberi peranan yang besar dalam meng "capture"
gambar krn ia akan memberikan impak seperti shadows pada
gambar, suasana gambar.
iv) Latihan (Practice)
- mesti ingat practice make perfect..hehe
i) Kesederhanaan (simplicity)
- selalunya apa yang ada di hadapan kita terlalu luas.
jadi kita biarkan kamera yang memainkan peranan dalam
"view" yang menarik utk kite capture. Cthnya; jika
kita mengambil potret,lebih menarik jika kita cuma
capture wajahnya saja berbanding keseluruhannya.
ii) Sudut komposisi (composition)
- untuk mendapatkan hasil capture yang menarik,photographer
mesti pandai bermain dengan pelbagai sudut. Ia sangat
penting untuk sesuatu subjek. Cthnya; jika kita pandai
bermain dengan sudut, seseorang yang rendah akan kelihatan
lebih tinggi jika photographer pandai mencari komposisi yang
betul.
iii) Cahaya (Lighting)
- cahaya juga memberi peranan yang besar dalam meng "capture"
gambar krn ia akan memberikan impak seperti shadows pada
gambar, suasana gambar.
iv) Latihan (Practice)
- mesti ingat practice make perfect..hehe
Monday, August 16, 2010
Companion
1 companion : teman, kawan, rakan, pasangan, pengiring, saudara
2 companionable : peramah
3 companionship : teman
Reference : kamus.lamanmini.com
2 companionable : peramah
3 companionship : teman
Reference : kamus.lamanmini.com
why u dont love me? emmm
Kak feeda letak quote ne kat status FB...emm tertarik untuk membacenye sekali,dua kali,tiga kali dan berkali2....emm emm emm...org xsuke xkan kite nak thegeh2 memakse kan...yea x? aggagaga
Don't be too good, i will miss you....Don't be too caring, I might like you....Don't be too sweet, I might fall......It's hard for me to love you when you won't love me after all...
Don't be too good, i will miss you....Don't be too caring, I might like you....Don't be too sweet, I might fall......It's hard for me to love you when you won't love me after all...
Labels:
Frens,
Quote Besh
Saturday, August 14, 2010
Mee Sup Beserah
Sedap wooo mee sup Beserah ne. Kan beshh kalu Nde Nora wat utk berbuke pose. agaggaga...Sepa yg nak rase cube g kat Beserah,sbb ne istimewa org sane...besh besh..9/10 aku kasi... :)
Labels:
Resipi/Makan-Makan
Hari 3 Ramadhan 2010
Jika ku kenang kembali Ramadhan yg lepas, hanya ku pohon restu darinya.
Alhamdulillah. Ku mendapat keizinannya. Semuanya berjalan penuh teratur.
Kini...Ramadhan muncul lagi. Ketika jasad masih berteleku sujud mengadap Dia...
Airmata ku seakan mahu mengalir. Seandainya Ramadhan yang lepas, airmata ini mengalir kerana semuanya masih kabur. Hanya usaha,berdoa dan bertawakal yg mampu ku lakukan.Dan Ramadhan ini sekali lagi airmata ini mahu mengalir. Tetapi inilah airmata gembira. Ku amati...Ku renungi...Ku hayati...Ya Tuhan! Aku bsyukur di atas jalan yang Kau tetapkan untuk diri ku sekarang. Aku sangat2 bersyukur Ya Allah diatas pemberianMu ini.
dieR hadir membawa duka.dieR pergi mencetuskan keresahan.
dier hadir lagi mengiringi bahagia.
dier pergi lagi mengirimkan bekalan masa depan.
Ya Allah! Sesungguhnya kami semua milikMu.
Kepada Kau aku meminta...kepada Kau aku memohon...
Kerana Kaulah Yang Maha Mengetahui setiap kejadian.
Aku bahagia Ya Allah...TERIMA KASIH atas setiap hela nafas ini...
Alhamdulillah. Ku mendapat keizinannya. Semuanya berjalan penuh teratur.
Kini...Ramadhan muncul lagi. Ketika jasad masih berteleku sujud mengadap Dia...
Airmata ku seakan mahu mengalir. Seandainya Ramadhan yang lepas, airmata ini mengalir kerana semuanya masih kabur. Hanya usaha,berdoa dan bertawakal yg mampu ku lakukan.Dan Ramadhan ini sekali lagi airmata ini mahu mengalir. Tetapi inilah airmata gembira. Ku amati...Ku renungi...Ku hayati...Ya Tuhan! Aku bsyukur di atas jalan yang Kau tetapkan untuk diri ku sekarang. Aku sangat2 bersyukur Ya Allah diatas pemberianMu ini.
dieR hadir membawa duka.dieR pergi mencetuskan keresahan.
dier hadir lagi mengiringi bahagia.
dier pergi lagi mengirimkan bekalan masa depan.
Ya Allah! Sesungguhnya kami semua milikMu.
Kepada Kau aku meminta...kepada Kau aku memohon...
Kerana Kaulah Yang Maha Mengetahui setiap kejadian.
Aku bahagia Ya Allah...TERIMA KASIH atas setiap hela nafas ini...
Labels:
Diari
Wednesday, August 11, 2010
-new syllabus-
Arine 1st day berpose. Jadi teda tujuan mo kluar. Jadi nya duduk2 aja di upis. Pandang juga ne monitor, apa lagi mo buat. Emm kasi xplore editing/fotografi la. Menarik juga kan. Abes kasi donlod plug in sume aksesori potosop, blajar pulak teknik2 nya. Abes terjumpa la sia 1 teknik yg bg sia MOST IMPORTANT dalam editing potret la kan. Mau buang suma parot2 di muka.Mau kasi puteh tu gigi..gaagagag lagi mau nampak muda la kan yang penting...kasi repair tu bahagian mata. Abes ne la sedkit hasil yg sia perolehi.
Nanti sia mo xplore lagik...heeee....
Opsss...sblum sia terlupa, Hilal & Kak Sue...sorrie menggunakan wajah anda..aagagagga...Nahhh lihatlah selepas wajah anda sia kasi edit skit2...aggagagaga..menarik bukan? hehe :)


Nanti sia mo xplore lagik...heeee....
Opsss...sblum sia terlupa, Hilal & Kak Sue...sorrie menggunakan wajah anda..aagagagga...Nahhh lihatlah selepas wajah anda sia kasi edit skit2...aggagagaga..menarik bukan? hehe :)


Labels:
Stadi
Subscribe to:
Posts (Atom)
